Pengalaman
Lengkap Menjadi Harry
SELAMA 20 tahun terakhir, Harry Potter hidup di benak
penggemarnya. Penyihir fiksi hasil imajinasi J.k. Rowling itu menyihir seluruh
dunia. Bukunya telah terjual lebih dari 450 juta kopi dan delapan seri filmnya
telah mencetak USD 7,7 miliar (setara Rp 101,7 triliun) di box office.
Situs-situs yang terkait dengan penulisan buku serta syuting film pun berubah
menjadi destinasi wisata. Tary Lestari salah seorang potter head garis keras, menapak
tilasi perjuangan Rowling menulis potter, sekaligus melihat tempat-tempat yang
terkait dengan Saga penyihir yang sangat kita cintai itu. Berikut catatannya.
WARNER BROS, THE
MAKING OF HARRY POTTER
Leavesden, London
SUDAH berada di London, tidak lengkap rasanya kalau saya tidak
mengunjungi Warner Bros. Studio, tempat produksi delapan film Harry Potter.
Saya memesan tiket dua bulan sebelum berangkat. Di website resmi Warner Bros.,
tiket masuk tanpa audio harganya GBP 37 (Rp 650 ribu).
Begitu masuk, kami di sambut set
syuting kamar Harry Potter di bawah tangga rumah Privet Drive nomor 4. Di balik
sebuah layar yang menampilkan Daniel Radcliffe, Emma Watson, dan Rupert Grint,
terdapat sebuah pintu. Ternyata itulah The Great Hall! Ruangan tersebut merupakan
replica The Dinning Hall di Christ Church Oxford.
Keluar dari The Great Hall, kami
berbelok ke bagian kreativ film. Tampak foto-foto para creator terpampang.
Mulai sutradara, penulis scenario, produser, penata gambar, dan lainnya. Tidak
jauh dari situ terlihat rancangan kostum yang di kenakan para pemain, make up,
makanan, dan lilin sihir yang berterbangan di The Great Hall.
Saya terkagum-kagum melihat
studio tersebut. Seluruh lokasi dalam film di buat dengan detail. Tangga
bergerak, lukisan nyonya Gemuk, kantor Dumbledore, ruang kelas ramuan Severus
Snape, labu-labu di depan pondok Hagrid, sampai hutan terlarang. Ada juga
sejumlah tombol “sihir”. Ketika saya pencet, tiba-tiba perangkat songket milik
ibu Ron menjahit sendiri.
VICTORIA STREET
Edinburgh, Skotlandia
Victoria Street mengilhami
penggambaran rowling untuk Diagon Alley, pusat pertokoan sihir tempat Harry
berbelanja perlengkapan sekolah. Saya menyusuri jalan itu. Gedung-gedung kuno
yang eksotis menjulang dengan bagian depan toko yang berwarna-warni. Ada satu
toko yang menjual peralatan Harry Potter
dengan tata ruang seperti di filmnya. Saya menemukan tongkat, kartu pos, syal,
pena bulu, globe, dan benda-benda unik lainnya.
THE ELEPHANT HOUSE
Edinburgh, Skotlandia
Kafe dengan eksterior merah bata
itu sekilas biasa saja. Namun, pada bagian depannya, terpampang tulisan “The Birthplace of Harry Potter”. Di situ,
dia menulis Harry Potter and The Chamber of Secret serta Harry Potter and The
Prisoner of Azkaban. Pengunjung harus mengantre 15 menit untuk bisa masuk ke
kafe. Interior nya sederhana, tapi artistic. Meja dan tempat duduknya sudah
tua, namun terawatt baik. Di dinding, ada kliping berita dan foto-foto
kesuksesan rowling.
Meja tempat rowling menulis
tepat menghadap tastil Edinburgh di kejauhan. Meja tersebut sellalu occupied.
Pengunjung biasanya duduk sambil mengerjakan sesuatu dan sesekali memandang
tastil. Mungkin ingin mendapat inspirasi juga….
CHRIST CHURCH
CATHEDRAL Oxford, Inggris
Gereja di kompleks universitas
Oxford ini adalah jujukan wajib bagi Potterhead. Dining Hall, salah satu
ruangan megah di sana, adalah lokasi syuting film Harry Potter. Tepatnya untuk
adegan di Great Hall alias aula besar. Di Christ Church, lagi-lagi, kita harus
menunggu sekitar 15 menit untuk bisa masuk Catedral. Karena area Christ Church
sangat luas, saya langsung menuju Dining Hall.
Ruangan itu benar-benar mirip
dengan The Great Hall di film. Letak meja panjang dan kursi, peralatan makan,
juga foto-foto di dinding. Di bagian depan juga ada mimbar panjang tempat para
guru makan. Para pengunjung mengabadikan moment kunjungan mereka seolah sedang
sarapan bareng Harry, Ron, dan Hermione. Keluar dari The Dining Hall, saya
menuju lapangan luas yang menjadi lokasi Syuting lapangan Quidditch.
STASIUN KING’S
CROSS London, Inggris
1 September, waktunya kembali ke
sekolah. Naik Hogwarts Express yang berangkat dari stasiun King’s Cross plat
form Sembilan tiga perempat. Saya mencari-cari plat form itu di dalam bangunan
kuno bergaya Victoria tersebut. Di plat form fiktif tersebut, antrian mengular.
Turis menunggu giliran berfoto dengan troli yang seolah menembus dinding.
Lengkap dengan koper, sangkar Headwig, dan syal Hogwarts. (*/c25/c14/na)
SUMBER : JP Sabtu 16 September 2017



Tidak ada komentar:
Posting Komentar