Sabtu, 17 Februari 2018

Menyusuri Jejak Sihir Harry Potter



Pengalaman Lengkap Menjadi Harry




                SELAMA 20 tahun terakhir, Harry Potter hidup di benak penggemarnya. Penyihir fiksi hasil imajinasi J.k. Rowling itu menyihir seluruh dunia. Bukunya telah terjual lebih dari 450 juta kopi dan delapan seri filmnya telah mencetak USD 7,7 miliar (setara Rp 101,7 triliun) di box office. Situs-situs yang terkait dengan penulisan buku serta syuting film pun berubah menjadi destinasi wisata. Tary Lestari salah seorang potter head garis keras, menapak tilasi perjuangan Rowling menulis potter, sekaligus melihat tempat-tempat yang terkait dengan Saga penyihir yang sangat kita cintai itu. Berikut catatannya.



WARNER BROS, THE MAKING OF HARRY POTTER
 Leavesden, London

                SUDAH berada di London, tidak lengkap rasanya kalau saya tidak mengunjungi Warner Bros. Studio, tempat produksi delapan film Harry Potter. Saya memesan tiket dua bulan sebelum berangkat. Di website resmi Warner Bros., tiket masuk tanpa audio harganya GBP 37 (Rp 650 ribu).


                Begitu masuk, kami di sambut set syuting kamar Harry Potter di bawah tangga rumah Privet Drive nomor 4. Di balik sebuah layar yang menampilkan Daniel Radcliffe, Emma Watson, dan Rupert Grint, terdapat sebuah pintu. Ternyata itulah The Great Hall! Ruangan tersebut merupakan replica The Dinning Hall di Christ Church Oxford.


                Keluar dari The Great Hall, kami berbelok ke bagian kreativ film. Tampak foto-foto para creator terpampang. Mulai sutradara, penulis scenario, produser, penata gambar, dan lainnya. Tidak jauh dari situ terlihat rancangan kostum yang di kenakan para pemain, make up, makanan, dan lilin sihir yang berterbangan di The Great Hall.

                Saya terkagum-kagum melihat studio tersebut. Seluruh lokasi dalam film di buat dengan detail. Tangga bergerak, lukisan nyonya Gemuk, kantor Dumbledore, ruang kelas ramuan Severus Snape, labu-labu di depan pondok Hagrid, sampai hutan terlarang. Ada juga sejumlah tombol “sihir”. Ketika saya pencet, tiba-tiba perangkat songket milik ibu Ron menjahit sendiri.

VICTORIA STREET Edinburgh, Skotlandia

                Victoria Street mengilhami penggambaran rowling untuk Diagon Alley, pusat pertokoan sihir tempat Harry berbelanja perlengkapan sekolah. Saya menyusuri jalan itu. Gedung-gedung kuno yang eksotis menjulang dengan bagian depan toko yang berwarna-warni. Ada satu toko  yang menjual peralatan Harry Potter dengan tata ruang seperti di filmnya. Saya menemukan tongkat, kartu pos, syal, pena bulu, globe, dan benda-benda unik lainnya.


THE ELEPHANT HOUSE Edinburgh, Skotlandia

                Kafe dengan eksterior merah bata itu sekilas biasa saja. Namun, pada bagian depannya, terpampang tulisan  “The Birthplace of Harry Potter”. Di situ, dia menulis Harry Potter and The Chamber of Secret serta Harry Potter and The Prisoner of Azkaban. Pengunjung harus mengantre 15 menit untuk bisa masuk ke kafe. Interior nya sederhana, tapi artistic. Meja dan tempat duduknya sudah tua, namun terawatt baik. Di dinding, ada kliping berita dan foto-foto kesuksesan rowling. 

                Meja tempat rowling menulis tepat menghadap tastil Edinburgh di kejauhan. Meja tersebut sellalu occupied. Pengunjung biasanya duduk sambil mengerjakan sesuatu dan sesekali memandang tastil. Mungkin ingin mendapat inspirasi juga….

CHRIST CHURCH CATHEDRAL Oxford, Inggris

                Gereja di kompleks universitas Oxford ini adalah jujukan wajib bagi Potterhead. Dining Hall, salah satu ruangan megah di sana, adalah lokasi syuting film Harry Potter. Tepatnya untuk adegan di Great Hall alias aula besar. Di Christ Church, lagi-lagi, kita harus menunggu sekitar 15 menit untuk bisa masuk Catedral. Karena area Christ Church sangat luas, saya langsung menuju Dining Hall. 

                Ruangan itu benar-benar mirip dengan The Great Hall di film. Letak meja panjang dan kursi, peralatan makan, juga foto-foto di dinding. Di bagian depan juga ada mimbar panjang tempat para guru makan. Para pengunjung mengabadikan moment kunjungan mereka seolah sedang sarapan bareng Harry, Ron, dan Hermione. Keluar dari The Dining Hall, saya menuju lapangan luas yang menjadi lokasi Syuting lapangan Quidditch.

STASIUN KING’S CROSS   London, Inggris


                1 September, waktunya kembali ke sekolah. Naik Hogwarts Express yang berangkat dari stasiun King’s Cross plat form Sembilan tiga perempat. Saya mencari-cari plat form itu di dalam bangunan kuno bergaya Victoria tersebut. Di plat form fiktif tersebut, antrian mengular. Turis menunggu giliran berfoto dengan troli yang seolah menembus dinding. Lengkap dengan koper, sangkar Headwig, dan syal Hogwarts. (*/c25/c14/na)

SUMBER : JP Sabtu 16 September 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar