Rabu, 14 Februari 2018

Mengunjungi Museum Vodka di St Petersburg, Rusia



Kalau Mabuk, Pakai Bandul Sapi Seminggu


                Rusia adalah negara pengonsumsi alkohol nomor empat terbesar di dunia. Dalam setahun, orang Rusia yang berumur 15 tahun ke atas rata-rata menenggak 15,76 liter minuman. Jenis yang paling jamak di temui tentu vodka (konon, vodka di sana paling nikmat). Di sela liputan Piala Konfederasi Juli lalu, Diar Candra menyempatkan diri berkunjung ke Museum Vodka.

                KALAU sudah di Rusia, rasanya kurang lengkap kalau tidak mencicipi vodka lokal. Apalagi, vodka merupakan  national drink  negeri yang di pimpin  Vladimir Putin tersebut. Setelah sekitar 16 hari di jejali  padatnya agenda liputan Piala Konfederasi 2017, saatnya untuk bersantai sejenak (horee).

                Dari informasi yang saya kumpulkan, hanya ada dua museum vodka di Rusia. Yakni, di Moskow dan St Petersburg. Untuk Moskow, museum vodka berada di area Izmaylovskaya. Di St Petersburg, museum vodka bisa di temui di Konnogvardeisky. Karena kebetulan berada di St Petersburg, saya tentu menuju museum yang terdekat.

                Untuk menuju ke Konnogvardeisky, kita bisa naik kereta bawah tanah atau metro. Cari yang menuju ke stasiun terdekat, yakni Admiralteyskaya. Dari stasiun, kita masih harus berjalan sekitar 1,2 kilometer lagi. Katedral St Isaac terdapat tidak jauh dari museum vodka.

                Nah, keberadaan museum vodka tersebut satu gedung dengan Stroganoff Restaurant. Tampaknya, itu menjadi strategi bisnis tersendiri. Sebelum masuk ke museum, pengunjung di persilahkan menunggu di restoran tersebut. Tentu awkward kan kalau duduk manis di restoran tanpa memesan apa pun. Biasanya, tanpa di minta, pelayan otomatis memberikan paket penawaran. Yakni, makan, mencicipi vodka, dan masuk museum.


                Tiket masuk museum termurah adalah RUB 400 (sekitar Rp 87 ribu) per orang. Jika ingin mencicipi tiga seloki vodka plus kudapannya, pengunjung di kenai biaya RUB 600 (atau setara Rp 131 ribu) per orang. Di tambah makan di restoran, biaya termurah untuk menikmati seluruh experience di museum rata-rata mencapai RUB 2.000 atau sekitar Rp 438 ribu.
                Tour museum vodka tersebut di mulai pukul 15.00 dan berakhir pukul 21.00 waktu setempat. Satu rombongan biasanya terdiri atas enam sampai delapan pengunjung.

                Ruangan pertama museum vodka itu tidak seberapa luas. Yakni, berukuran 6 x 10 meter. Dalam ruangan tersebut di pamerkan alat-alat pembuatan vodka pada awal abad ke-16. Tampaknya, vodka di Rusia di kenalkan bangsa Italia. Awalnya, mereka memakai anggur sebagai bahan dasar fermentasi. Karena di Rusia sulit menemukan anggur, gantinya adalah biji-bijian.

                “Dari banyak ahli yang meneliti asal kata vodka, vodka berasal voda atau air,” kata Yana Meisner, pemandu museum. Setelah sejarah singkat dan alat pembuatan vodka pada abad ke-16, pengunjung di pertontonkan berbagai hal terkait dengan perkembangan industri vodka.

                Dari era Tsar Nicholas II (1868-1918), ada bandul besi yang bentuknya mirip klontongan sapi. Bandul tersebut wajib di kalungkan ke leher prajurit yang ketika mabuk membuat kekacauan alias resek. “Sabda Tsar Nicholas II kepada para prajuritnya, cukup adalah cukup. Jadi, minum vodka tak boleh mabuk,” ucap Yana. Prajurit yang kena hukum karena mabuknya membuat kekacauan harus memakai bandul besi itu selama seminggu (ini lucu, cocok buat mendisiplinkan pasukan)

                Kemudian, ada juga kisah vodka pada perang Dunia II. Jadi, prajurit yang kembali dari medan perang wajib memasukkan medali kehormatannya ke vodka, lalu meminum minuman tersebut. Ketika vodka di masukkan ke mulut dan medali bisa tergigit, prajurit itu di percaya akan beruntung pada pertempuran berikutnya.

                Masuk ke ruangan kedua yang berukuran 6 x 8 meter, selain ada foto-foto pembesar Rusia yang sedang minum vodka, ada lima meja kecil. Di sinilah para pengunjung di persilahkan mencicipi tiga seloki vodka paling terkemuka. Yakni, Russian Standard, Arkhangelsk, dan bulbash.
 
                Ketiganya memiliki rasa dan sensasi yang berbeda-beda. Bagi saya, yang paling acceptable adalah Russian Standard. Paling soft dan enak. Bulbash paling nonjok. Bikin kaget ketika minum. Arkhangelsk agak lebih keras dari Russian Standard, tapi tidak se-ngagetin bulbash. Namun, sensasi menikmati vodka di negeri yang memang identik dengan vodka sungguh tidak tertandingi.

                Oh iya, jangan lupa tiga jenis kudapan yang sudah di siapkan. Yakni, ikan asin, acar timun, plus satu jenis lagi yang saya tak yakin terbuat dari apa. Masing-masing cocok dengan setiap jenis vodka yang berbeda. Di lidah saya sih, Russian Standard paling jodoh jika di santap dengan acar mentimun. Nggak tahu kalau menurut pengunjung lain, hehehe...

                Lidah saya nampaknya cocok dengan pendapat sastrawan besar Rusia Anton Checkov. Katanya, orang berusaha keras mencari teman yang cocok untuk minum vodka. Tapi, mereka tak akan  pernah menemukan kudapan yang lebih bagus dari pada acar timun. Kutipan Checkov itu tertulis di menu restoran.

                “Katakan Nazdarovya kepada teman minum kita. Artinya untuk kesehatan,” tambah Yana. Ja. Nazdarovya! (*/c15/na)

TENTANG MUSEUM VODKA
LOKASI : Konnogvardeyskiy b-r, 4, Saint-Petersburg, Rusia.
JAM BUKA : 12.00-19.00 (setiap hari)
TIKET : Tiket individu, tanpa tur : RUB  170 (sekitar Rp 37 ribu)
             Tiket individu, dengan tur (30 menit) : RUB 400 (Rp 87 ribu)
             Tiket tur dan vodka tasting (30 menit) : RUB 600 (Rp 131 ribu)
             Vodka tasting saja : RUB 350 (Rp 77 ribu)

TRIVIA : 
·         Di dirikan pada 2001
·         Di kelola oleh Stroganoff Group, salah satu restaurant holding terbesar di Rusia.
·         Merupakan museum khusus koleksi vodka pertama dunia dan Rusia.
·         Punya ciri khas entrance drink berupa medovukha, minuman alkohol berbahan dasar madu khas negara Slavia.
·         Ada begitu banyak yang menyediakan paket-paket tur menarik. Harganya macam-macam, bergantung fasilitas (misalnya, jemputan dari hotel atau semacamnya). Namun, patokan tiketnya seperti diatas dan kita bisa saja masuk tanpa harus ikut tur.
·         Load turis setiap hari rata-rata tidak berbeda, hanya kunjungan selalu meningkat pada Jumat. Sabtu justru lebih sepi. (fam/c4/na)

SUMBER : JP Sabtu 5 Agustus 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar