Sabtu, 24 Februari 2018

El Nido, Secuil Surga Tropis di Filipina



Island Hopping Ke 10 Pantai

                Tidak seperti Singapura dan Thailand, Filipina adalah negara tetangga yang belum terlalu banyak dilirik traveler Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Filipina terkenal dengan destinasi pantai serta pulau-pulau tropis. Salah satunya adalah yang di kunjungi...El Nido.


                EL NIDO merupakan kota kecil di tepi laut yang berlokasi di Palawan, berbatasan langsung dengan Laut Tiongkok Selatan. Panorama pulau-pulau batuan kapur (karst) dan taman bawah laut sepintas mengingatkan saya pada raja ampat. Indahnya keterlaluan. Tidak hanya instagrammable, tapi juga walpaper-able! Hehehe...


                Tidak ada direct flight dari Indonesia ke El Nido. Dari ibukota filipina tersebut, saya melanjutkan dengan penerbangan domestik selama se jam ke Puerto Princesa, lalu naik bis menuju El Nido selama sekitar 6 jam. 


                Sepanjang perjalanan menuju El Nido, kita bisa menikmati pemandangan pegunungan dan pantai di bagian utara palawan. Harga tiket bus php 480 peso atau sekitar Rp 125 ribu dengan fasilitas Ac, cukup bersahabat di kantong backpacker.


                Setiba di terminal bus El Nido, ada banyak tricycle yang menawarkan jasa ojek. Tapi, saya memilih jalan kaki karena lokasi hostel hanya 500 meter dari terminal. Perlu di catat, ada malam masih sering mati lampu di kawasan ini.


                Karena pasokan listrik yang belum maksimal, malam El Nido tak terlalu glamour seperti di Kuta atau phuket. Hanya ada beberapa cafe serta restoran seafood  yang bukan di kawasan pantai.

                Ada tempat pilihan paket tur untuk traveler di El Nido. Yakni tur A, tur B, tur C, dan tur D. Masing-masing punya ciri khas dan keunikan. Tapi, kesamaannya, semua tur berdurasi satu hari di mulai setiap pukul 8 pagi dan berakhir pukul 3-4 sore. Karena punya waktu efektif tiga hari di El Nido, saya memilih tur A pada hari kedua dan tur C di hari ketiga.


                Tur A akan membawa traveler ke lima destinasi. Yaitu, Big Lagoon, Secret Lagoon, Small Lagoon, Sinizu Island, dan Seven Commandos beach. Paket tur itu paling banyak di pilih wisatawan karena tempat-tempat yang di tuju merupakan “must visit place”  di El Nido. Harganya php 1200 per orang, atau sekitar Rp 330 ribu.

                Big Lagoon dengan air jernih dan batuan karang landmark El nido menjadi tempat yang sempurna untuk bermain kayak. Siapkan PHP 300 (sekitar Rp 8000) untuk sewa kayak selama 45 menit. Satu kayak bisa di pakai dua orang. Selain kayak, tak sedikit traveler yang berenang dan snorkling di Big Lagoon yang air nya sebening kaca itu. 


                Dari Big Lagoon, tujuan berikutnya adalah Secret Lagoon Sinizu Island. Wisatawan akan di jamu makan siang berupa seafood  dan sambal khas Filipina yang sepintas mirip sambal dabu-dabu ala Manado. Bahan yang fresh dan bumbu yang cocok di lidah bikin acara makan siang di sini sungguh nikmat. Bikin semangat mendatangi dua lokasi lagi, Small Lagoon dan Seven commandos beach.  Dua duanya merupakan sport snorkling dan bermain kayak dengan latar belakang perbukitan karst.


                Keesokannya, saya mengambil one day tur paket C dengan destinasi helikopter Island, Secret Beach, kapuitan Island, Matinloc shrine, dan Hidden beach. Sesuai dengan namanya, helicopter Island adalah sebuah pulau tanpa penghuni dengan bukit yang dari kejauhan berbentuk menyerupai helikopter. 

                Secret Beach yang menjadi tujuan berikutnya adalah sport yang unik. Sesuai namanya, pantai itu memang “rahasia” karena tertutup bukit karang. Untuk menuju pantai, kami harus berenang melewati lubang kecil yang lebarnya hanya sekitar 2 meter. Untuk makan siang, kami di bawa ke Tapuitan Island sebelum menikmati  land scape El Nido dari ketinggian di Matinloc shrine. Hidden Beach menjadi tujuan terakhir dengan pantai yang jernih, dangkal, dan di kelilingi batuan karts yang menjulang tinggi.


                El Nido tak meluluh menyajikan wisata laut dan pantai. Pada hari terakhir di kota kecil nan cantik ini, saya sempatkan menuju Taraw cliff. Perlu waktu sekitar 30 menit untuk trakking  ke puncak tebing. Setiba di atas, rasa lelah dan wawasan karena tajamnya karang terbayar oleh pemandangan indah kota El Nido dari ketinggian.  (*/c5/na)

SUMBER : JP Sabtu 2 Desember 2017

Di Ketik Ulang Oleh : Lw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar