Dilarang
Mandi Kalau Ingin Ketemu
Hewan
Ingin escape dari suasana perkotaan, tapi tidak ingin
jauh-jauh ke luar pulau?? Tenang, daerah
Jawa Timur masih bisa di eksplorasi. Misalnya, Banyuwangi dan Situbondo yang di
kunjungi Okky Putri Rahayu bulan lalu.
SAYA dan teman-teman reporter Surabaya
berangkat ke Banyuwangi bersama tim dari Universitas Surabaya. Agendanya gathering
sambil liburan. Kami tiba di sana Sabtu pagi. Bawaannya sudah pingin berenang.
Saya penasaran dengan Rumah Apung Bangsring. Katanya, di sana kita bisa snorkeling untuk menikmati taman bawah
laut. So, pergilah kami kesana.
Rumah
Apung berjarak 20 meter dari bibir pantai Bangsring. Banyak persewaan alat snorkeling di pantai, lengkap dengan
instrukturnya. Harganya relatif terjangkau. Saya juga memanfaatkan fasilitas
itu. Setelah mengenakan perlengkapan, instruktur mengantar kami ke Rumah Apung.
Cukup menaik Perahu mesin sekitar lima menit.
Baru
mencelupkan kepala ke air, aneka ikan sudah terlihat. Pemandangan bawah laut
yang indah langsung memanjakan mata. Jika mau berenang 10 meter lebih jauh,
kita bisa melihat penangkaran terumbu karang. Aneka terumbu karang dapat di
lihat tanpa perlu menyelam terlalu dalam.
Jika
ongin menguji adrenalin, kita bisa berenang bersama hiu. Peraturannya, tak
boleh memegang langsung si ikan ganas. Juga tak boleh punya luka terbuka yang
berdarah. Meskipun panjang hiu karang di kolam hanya satu meter, sensasi
merinding-merinding asyik tetap terasa ketika hiu berenang melewati kita. Wahhhh....
Kalau capek berenang, kita
bisa duduk-duduk santai di Geladak Rumah Apung sambil memberi makan ikan.
Sebungkus roti tawar hanya di jual Rp 10 ribu. Itu buat ikan lho. Meski kalau kelaparan boleh juga di emplok sendiri, sih, hehehe.
---
Siang
tiba, saya mencari suasana lain. Pilihan jatuh pada taman Nasional Baluran,
Situbondo. Meski lokasinya di kabupaten yang berbeda, hanya di butuhkan waktu
sekitar 40 menit dari Bangsring. Setiba di gerbang Taman Nasional Baluran, saya
masih harus menempuh jarak 12 kilometer dengan melintasi hutan dan jalan terjal
untuk menuju ke menu utamanya : Sabana.
Meski
di tengah hutan, jangan khawatir kelaparan. Ada warung di sana. Satu-satu nya
juga sih. Warung itu menyediakan makanan khas Banyuwangi, yaitu Nasi Tempong.
Sebaiknya mengisi perut sebelum safari hutan.
Untuk
melihat keseluruhan sabana, kita bisa naik ke menara pantai. Jika beruntung,
kita bisa melihat gerombolan Banteng, Rusa, atau hewan lainnya. Namun, agar
bisa bertemu mereka, ada syarat wajib. Nggak
boleh mandi!!
“Tidak
boleh ada aroma sabun atau pun parfum,” jelas Nurdin Razak, petugas yang
menemani kami menjelajah sabana. “Soalnya, penciuman hewan kan tajam. Mereka akan mudah mengenali kehadiran manusia. Kalu kita
wangi, pasti hewan nggak mau muncul,”
tambahnya. Saya juga sempat menjelajah hutan yang menembus ke pantai Bama. Di tengah hutan, terdapat rawa kecil
tempat hewan-hewan minum.
Ketika
sore, kami kembali ke sabana. Berbeda dengan suasana siang senja di Taman
Nasional Baluran lebih indah. Apalagi ketika langit berubah jingga, sabana
terhampar, dan Gunung Baluran terlihat bak siluet raksasa yang menjadi latar
belakang sunset. Kawanan hewan
berduyun-duyun kembali ke sarang melintasi padang rumput.
Malam
tiba, tidak berarti petualangan berhenti. Nurdin menawari kami untuk melihat
harimau Jawa yang katanya sudah punah. Kami pun di ajak mengunjungi tempat
harimau mencari minum. Adrenalin jelas di uji. Hari sudah gelap, di mulut hutan
pula. Tentu takut di terkam harimau!
Namun, guide sudah
professional dan sudah hafal tindak-tanduk harimau. Dia memastikan kami aman.
---
Meski
badan pegal-pegal setelah snorkeling dan safari hutan, saya tidak mau tidur terlalu
lama. Itu kalau ingin menikmati sensasi terakhir pagi ini : sunrise pertama di Pulau Jawa. Untuk
menikmati detik-detik kemunculan matahari, kami harus bersiap sejak pukul 04.30
WIB.
Sejak
subuh, banyak yang berkumpul di pesisir pantai di Desa wonorejo, Situbondo.
Bukan hanya wisatawan seperti saya, tapi juga warga sekitar. Sebagian bersiap
ke laut, sebagian lagi ingin melihat sunrise.
Di sini, kita bisa melihat pemandangan yang lengkap. Mulai sunrise, Gunung Baluran, hingga
aktivitas warga sekitar. Pemandangan tersebut sekaligus menjadi penutup weekend di Banyuwangi dan Situbondo. Saya pun harus
rela kembali pada kesibukan di Surabaya!
Aduh malasnya....hehehe.... (*/c18/na)
SUMBER : JP Sabtu 4 November 2017




Tidak ada komentar:
Posting Komentar