Sabtu, 03 Maret 2018

Berburu Rol di Sela Hutan Bambu Andeman



HARAP-HARAP CEMAS MENANTI SI DIA
                Malang bagian selatan sudah terkenal sebagai destinasi wisata alam yang begitu indah. Salah satu yang wajib di kunjungi  adalah Taman Wisata Andeman. Terletak di Desa Sanankerto, Turen, Kabupaten Malang. Ia bertengger di perbukitan yang di penuhi beragam jenis pohon bambu. Karena itu, banyak yang menyebut lokasi tersebut dengan Boon Pring Andeman.


                ANDEMAN adalah tempat wisata alam yang komplet. Ada danau alam yang indah dengan pemandangan berupa hutan bambu seperti di Jepang atau Tiongkok. Ada kolam renang untuk anak-anak. Serta, ada pula sebuah kolam besar berupa danau yang di penuhi ikan-ikan kecil. Sebuah pulau buatan mungil terdapat di tengah-tengah nya. Pulau kecil itu di beri nama Putri Lhow.

                Untuk variasi menikmati alam, di danau tersebut juga di sediakan perahu bebek. Bisa di naiki maksimal 2 orang. Mau lebih seru, ada perahu sederhana dari bambu yang di sewakan. Kita bisa berperahu pelan-pelan dan merasakan sensasi menjadi nelayan (atau penduduk desa yang jalannya belum di aspal).

                Akses menuju Andeman sudah baik. Jalannya beraspal halus. Tempat parkir luas dan banyak warung untuk makan siang. Rambu-rambu ke arah tempat wisata itu pun sudah di pasang. Sudah bersedia pula di google maps, tinggal ketik hutan bambu Andeman, dan ikuti petunjuk dari Si Mbah serba tahu.

                Andeman sebenarnya di bangun sebagai pemandian pada 1980-an. Namun, kemudian mati suri cukup lama. Adalah Pokdarwis (kelompok sadar wisata) Desa Sanankerto yang gigih dan bersemangat membangun kawasan wiasat Andeman menjadi seperti sekarang. Di bantu Pemkab Malang, sarana dan prasarana di perbaiki demi kelancaran dan kenyamanan pengunjung.

                Upaya perbaikan di lakukan sejak acara Grebeg Sesucen Desa pada Maret 2014. “Waktu itu di hadiri Bupati Malang juga,” ungkap Suyitno, salah seorang anggota Pokdarwis. “Sejak itulah lokasi pemandian di kembangkan dan makin ramai di kunjungi wisatawan,” lanjut dia.


                Menurut kabar terakhir, Andeman akan di kembangkan menjadi objek wisata Museum Bambu. Memang mayoritas lahan Desa Sanankerto di tumbuhi bambu. “Wilayah desa ini punya ciri khas potensi pohon bambu yang tak di miliki daerah lain. Makanya, ke depan kami mengembangkan desa wisata yang menonjolkan edukasi keragaman jenis pohon bambu disini,” ujar Sugur, Kepala Desa Sanankerto. “Saat ini saja kami punya 65 jenis bambu,” imbuh dia.

                Untuk menjadi wisata Museum Bambu, pihaknya menargetkan akhir tahun ini bisa menambah koleksi 100 jenis bambu lagi. Pohon-pohon itu bakal di visualisasikan untuk memanjakan para wisatawan di spot-spot tertentu.

Rays of Light

                Waktu menunjukkan pukul 06.40. Saya dan teman-teman harap-harap cemas menunggu si Dia muncul dari balik pepohonan rimbun bambu di depan kami. Langit di atas kami mulai cerah, tapi matahari belum muncul karena tertutup bukit di sebelah timur. Semesta tetap menghadirkan sebuah keindahan pagi bagi kami para fotografer yang rindu dekapan pagi dan pesona alamnya.


                Tak berapa lama, dalam hitungan menit, perlahan si dia pun muncul...
                Perlahan, seperti garis lukisan seorang anak sekolah di atas kertas. Tepat di depan kami, muncullah Rays of Light (Rol) pertama kami. Semua bergempita menyambutnya. Klik, klik, klik...Jepretan shutter kamera seolah-olah tiada henti terdengar. 

                Rol merupakan fenomena alam ketika cahaya matahari sebagian terhalang dan sebagian lolos sehingga memunculkan beberapa garis lurus yang di perjelas oleh partikel di atmosfer. Biasa nya rol alami muncul saat pagi, ketika embun masih berada di bumi. Atau sore saat awan menutupi cahaya matahari dengan menyisakan beberapa lubang untuk meloloskan cahaya. Saya bisa menjumpainya di dapur rumah saat asap dari tungku kayu mempertegas sinar yang masuk melalui genting kaca.

                Rol menjadi ciri khas di Hutan Bambu yang sangat di minati para fotografer. Kuatnya pesona rol sering membuat fotografer harus berangkat dari rumah subuh agar tidak ketinggalan mendapatkan fenomena alam indah tersebut. Di Andeman, rol merupakan hal biasa yang muncul hampir tiap hari, khususnya ketika musim kering. Biasanya rol muncul antara pukul 06.00 hingga 08.00, bergantung posisi matahari. (*/c7/na)

Sumber   : Jawa Pos 

Edisi  : Sabtu 10 Februari 2018

Di Ketik Ulang Oleh : Lw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar